Jejak Lintasan mengeksplorasi estetika perlawatan dengan analogi “jejak lintasan harimau”. Yaitu, proses mencandra jarak, ruang dan waktu secara hikmat. Melintasi tempat-tempat inspiratif—sebagian besar terlupakan—di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Lombok hingga Taiwan. Puisi-puisi di dalam buku ini dibangun dari analogi dan perspektif puitik jejak lintasan, sebuta ma…
TIDAK ADA NEW YORK HARI INI Tidak ada New York hari ini. Tidak ada New York kemarin. Aku sendiri dan tidak berada di sini Semua orang adalah orang lain. Bahasa ibu adalah kamar tidurku. Kupeluk tubuh sendiri. Dan cinta-kau tak ingin aku mematikan mata lampu. Jendela terbuka dan masa lampau memasukiku sebagai angin. Meriong. Meriang. Aku meriang. Kau yang panas di kening.…
Kumpulan puisi ini diluncurkan pertama kali di Yogyakarta pada 26 Juli 2013 bersama Tia Setiadi menandai lahirnya hari puisi Indonesia yang dirayakan di Yogyakarta. Berisi puisi-puisi pilihan yang telah diterbitkan di media massa. Dirangkum dalam sebuah tema: Cinta. Termasuk genre puisi lirik yang telah hidup sejak periode romantik. Puisi yang lahir dalam situasi transisi dari masyarakat tradis…
Pembaca yang budiman, telah kian lama penulis idamkan, bundel karya puisi untuk dihaturkan bagi kerabat, pemerhati dan pembaca yang punya selera sama dengan semua penyair penghuni Nusantara ini. Jumari HS adalah salah satu nama di antara selaksa penyair tanah air yang tetap setia, aktif dan produktif menuangkan letupan nuraninya ke dalam untaian kata, melantunkan bait-bait tembang kaum jelata d…
Kumpulan puisi Gendang Pengembara terdiri dari 2 bagian, yaitu Dalam Kabut Purba (86 puisi) dan Yang Selalu Kembali (87 puisi).
Teriris hati Lisdani ketika menyadari hidup sebatang kara, seolah ia besarkan ke-6 anaknya dengan jatuh bangun justru untuk meninggalkannya. Ia didera perasaan rindu begitu dalam, sampai-sampai ia memutuskan untuk memasang iklan di koran. Namun, hatinya tambah hancur ketika menerima balasan surat tanpa alamat dari Faruk, anak yang paling menyayanginya. …Ketika saya mendengar dari teman yan…
Kematian dalam Sajak Pada kumpulan sajaknya terdahulu, S. Arimba memberinya judul Obituari Rindu, dan dekat dengan itu, kumpulan sajak terbarunya kini diberi judul Onrust: Ziarah Cinta, yang merupakan penyatuan dari dua judul sajak. Bertautan dengan kematian, obituari adalah berita, ziarah adalah peristiwa atau laku, dan onrust adalah tempat. Motif apa yang mempengaruhi penyair ini memilih d…
Pada tahun 1980-an Rendra memaparkan proses kreatifnya sebagai penyair di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Di akhir makalahnya ia menceritakan, bahwa ia baru saja pulang dari tanah Bugis. Menyaksikan dinamika kebudayaan di sana, Rendra menyatakan mengalami cultural shock. Tentang bagaimana ia mengalami itu tak dijelaskan, karena Si Burung Merak itu buru-buru menutup pembicaraannya. Tapi pernya…
Antologi Puisi Nobel adalah sekumpulan puisi dari para penyair pemenang Hadiah Nobel Sastra 1913-2000. Puisi-puisi dalam antologi ini merupakan hasil terjemahan penyair dan penerjemah Indonesia terkemuka: Asrul Sani, Sapardi Djoko Damono, Abdul Hadi W.M., Toety Heraty Noerhadi, Taufiq Ismail, Ikranegara, Tan Lioe Ie, Ramadhan K.H., dll
Tukang Potong ...... Ia akan menjambak-jambak rambutmu, agar kau Tak kantuk, agar kau terjaga dan sadar Bahwa ada yang berkurang dari dirimu “Berjagalah, agar aku tetap ingat Yang harus aku babat adalah rambutmu, bukan kuping Atau lehermu yang tak terawat” ........ (Tukang Potong, hlm. 2) Munajat Buaya Darat ...... “Inilah Surabaya, hotel tempat singgah tapi bukan tempa…