Charlie Ashanti bukan anak biasa. Ia bisa berbicara bahasa Kucing. Ia menganggap kemampuan itu biasa saja---tapi saat ibu dan ayahnya menghilang, ia hanya bisa mengandalkan Kucing. Dengan tekad menemukan orangtuanya, diam-diam Charlie menumpang kapal Sirkus besar yang berlayar ke Paris. Di kapal ia bertemu enam Singa angkuh dan anggun, yang butuh bantuannya. Dengan bahaya mengancam dan ketidakp…
"Leila bercerita tentang kejujuran, keyakinan, tekad, prinsip dan pengorbanan...Banyak idiom dan metafor baru di samping padangan falsafi yang terasa baru karena pengungkapan yang baru. Sekalipun bermain dalam khayalan lukisan-lukisannya sangat kasat mata." H.B.Jassin, pengantar Malam Terakhir Edisi Pertama. "Dalam cerpen 'Air Suci Sita', ditulis di Jakarta 1987, Leila memulai ceritanya den…
PERIBAHASA Rusia itu sungguh menyakitkan, sebab saya perempuan. Namun, di dalamnya ada kebenaran. Perasaan sebagian besar penerjemah pasti pernah terbelah antara ingin setia dan ingin berkhianat. Terlebih jika menemukan kalimat, panjang dan berliku, yang maknanya dipahami na-mun luar biasa sulit diterjemahkan tanpa menambah atau mengurangi satu atau beberapa kata. Penerjemah yang tabah mampu me…
Madre adalah judul buku ke tujuh yang ditulis oleh Dewi Lestari atau kerap disapa sebagai Dee Lestari.[1] Buku yang ditulis dalam bahasa Indonesia ini merupakan kumpulan cerita fiksi ke tiga hasil karya Dee.[2] Cetakan pertama Madre diterbitkan pada Juni 2011 oleh Penerbit Bentang.[1]
Beautiful eyes
Buku ini membuktikan bahwa regenerasi cerpenis di Indonesia berlangsung secara terus-menerus dan simultan. Karya-karya para cerpenis kawakan seperti Gerson Poyk, Putu Wijaya, Budi Darma, Arswendo Atmowiloto, Gde Aryantha Soetama, dan F Rahardi, bersanding dengan karya-karya para cerpenis yang lebih muda seperti Seno Gumira Ajidarma, Jujur Prananto, Agus Noor, Indra Tranggono, Gus tf Sakai, Triy…