"Fajar Menyingsing di Desa Harmoni" adalah sebuah buku cerita bergambar atau komik edukatif yang kemungkinan besar mengangkat tema pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, dan harmoni sosial.
Dalam cerpen Lampor itu, sang penulis, Joni Ariadinata menceritakan secara detail kondisi lingkungan kumuh dengan mengeksplore semua kata yang benar-benar identik dengan kondisi seperti itu.
Ketika orang sampai pada posisi ambang dimana segala nilali beterbangan, sering kali menstimulir sikap perbuatan yang dilandasi pemikiran jungkir balik. Ketika posisi kita menjungkir dan melihat orang berdiri tegak, bisa saja kita berpikir bahwa yang tegak itulah yang menjungkir. Namun jika kita jujur dalam keadan jungkir balik tersebut maka akan tampak kalimantang. Berkas cahaya putih. Memant…
Aku, Meps, dan Beps bercerita tentang keseharian si kecil Soca dan bagaimana ia melihat hal-hal di sekitarnya; orang tua, binatang peliharaan, kerabat, banjir, masa awal sekolah, dan lain-lain. Soca membawa kita kembali mengunjungi masa kanak-kanak ketika hal-hal sederhana seperti memelihara hewan, pergi berenang, memasak, dan mengamati interaksi orang tua adalah kegiatan yang menyenangkan.
BAGI sebagian orang, pencerahan ditafsirkan sebagai tujuan hidup. Padahal lebih dari itu: sebuah proses. Proses kelahiran, proses kematian, proses pertemuan, proses percintaan, proses perpisahan, proses pembentukan kenangan. Kisah-kisah dalam MEMORABILIA 8 FEBRUARI ini menawarkan percikan proses-proses pencerahan tersebut dengan kisah-kisah keseharian yang unik, halus, dan menyentuh relung-relu…
Buku ini berisi cerpen dari beberapa penulis, yang merupakan pemenang pilihan Kompas.
Ada seni menulis, ada seni membaca. Adalah seni membaca yang menentukan makna tulisan. Menghadapi cerita-cerita Ayu Weda, saya menerima cerita-ceritanya sebagai cerita berdasarkan pengalaman, penghayatan, dan pengamatan seorang perempuan Indonesia dalam perjuangan eksistensialnya—yakni mengada dengan cara menyatakannya. Cerita-cerita ini menunjukkan bagaimana subjek keluar-masuk dunia obje…
“Real museums are places where Time is transformed into Space.” So Kemel, the narrator of Orhan Pamuk’s new novel The Museum of Innocence, tells the author, who characteristically shows up in the work’s final sequence to explain his own relationship to his subjects. Kemel’s sentiment strikes at the heart of Pamuk’s project. We need not feel enslaved to the clock or the calendar, bec…
Polilog. Mungkin asing di telinga kita. Ya, istilah ini dimunculkan oleh Ibed S. Yuga, sang pengulas/pemberi pengantar untuk buku ini. Sejatinya kita bisa menyebut buku ini adalah kumpulan naskah Monolog karya Whani Darmawan. Monolog, sebuah genre pertunjukan teater yang mana menampilkan hanya satu aktor. 12 naskah teater dalam buku ini diniatkan sebagai naskah pertunjukan monolog. Namun demiki…
Dikisahkan,dalam sebuah perjalanan ke Rembang,seorang gadis bertemu dengan perempuanbersanggul kecil dan memiliki soror mata yang tajam.Ia terlihat mandiri dan berwawawasan luas,tampak berbeda dengan kebanyakan perempuan pada masanya.