In this eighth title in a series in which film-makers discuss their art, there is a focus on critics and criticism. Critics themselves are asked what they think about the state of film criticism and their relationship and responsibility to film and film-makers, and what they dream about. And film-makers are asked about how they regard the critics. This issue also contains articles and interview…
Buku ini awalnya merupakan skripsi yang ditulis Harun Suwardi di jurusan filmologi di fakultas film dan televisi IKJ tahun 1999. Tulisan ini kemudian diubah dalam bahasa yang lebih poopuler dan bahasanya lebih komunikatif bagi masyarakat. Buku ini memberikan kritik dan pemikirannya mengenai karya-karya film karya Nya Abbas Akup.
Buku "Kine Klub Indonesia" menceritakan tentang sebuah komunitas bernama Kine Klub yang berfokus pada film, khususnya film dokumenter. Buku ini menyoroti kegiatan-kegiatan Kine Klub dalam mengadakan pemutaran film, diskusi, dan berbagai acara terkait film yang bertujuan untuk memberikan ruang apresiasi dan sosialisasi terhadap film dokumenter. Kisah-kisah yang diangkat dalam film-film yang dipu…
Buku ini merujuk pada penulisan buku tulisan Lacan dan Zizek. Psikoanalisis merupakan sebuah disiplin ilmu yang mempelajari mimpi sebagai kunci untuk memahami bagian tidak sadar dalam manusia dan efek cermin psikologis pada pembentukan identitas subjek. Dalam buku ini menganalisis film dari sudut padang psikoanalisis Freud dan Lacan. Di dalamnya juga menguraikan perjalanan hidup Lacan, menjelas…
Seseorang telah mengirimkan guntingan tulisan kepada saya, Dari isinya saya berkesimpulan, bahwa suatu usul untuk membentuk perkumpulan kritikus telah mencapai tingkat paling permulaan dengan diperbincangkannya hal itu di dalam koran koran bulan Agustus, Sedangkan adalah hal yang gamblang, bahwa kritikus seyogyanya sama-sekali tidak ikut sesuatu perkumpulan. Dia sepatutnya tidak mengenal siapa …
Festival Film Indonesia (FFI) 1983 adalah acara penghargaan film yang ke-14, diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 22 Mei di Stadion Teladan. Acara ini menyoroti berbagai film dan insan perfilman Indonesia, dengan film "di Balik Kelambu" meraih enam dari sebelas Piala Citra yang diberikan, termasuk tiga kemenangan dalam kategori akting.
tak kurang dari 1.400 filem yang didaftarkan selama dua bulan lebih dari 80 negara. Bisa dibilang kalau angka tersebut ambisius untuk sebuah festival filem eksperimental di region ini. Kerja keras pasti dibutuhkan untuk memilih 21 filem dalam sesi Kompetisi Internasional yang akan tayang tahun ini. Mungkin bisa dibayangkan kalau ketertarikan para pembuat filem untuk mendaftarkan filemnya di …
Kompleksitas rekam jejak seni pertunjukan hingga wujud hiburan layar lebar di Nusantara menjadi domain perhatian penulis sepanjang penyusunan buku ini. Tak heran bila semenjak awal penulis tidak langsung menyinggung mengenai film sebagai produk budaya masyarakat, terlebih pada budaya lokal yang telah tumbuh berkembang secara tradisional. Mulai dari wayang, komedie stanboel, ludruk, ketoprak…
Having largely given up on a career in film, Edward Yang had been working as a computer engineer for several years when he saw Herzog's Aguirre, Wrath of God. Inspired to return to film, Yang, along with a handful of other filmmakers, including the great Hou Hsiao-hsien, went on to found the Taiwanese New Wave of the early 1980s.
Film dengan pelbagai bentuk penayangan kini mengepung kehidupan kita. Sebagaimana buku diterbitkan untuk kita baca, film diproduksi untuk kita lihat dan dengar. Pengalaman kita ketika menikmati tayangan film menyerupai pengalaman kita pada saat menghayati bahasa. Seseorang yang berpengalaman menghayati film pasti lebih banyak melihat dan mendengar. Untuk itu kita perlu melakukan kegiatan apresi…