'Professor Ong has managed to synthesize an incredible amount of thought and at the same time has carried some of his earlier ideas still further. Orality and Literacy should become a classic. It is eminently assignable for undergraduate courses' - Professor John Ahern 'No comparable work on this important subject exists. Thanks to the lucidity of its style and presentation of complex though…
Toya Uriping Bhuwana: Air Sumber Kehidupan, Penyembuh Peradaban adalah karya reflektif berbasis aksi yang: Mengangkat air dalam dimensi religius, ekologis, dan sosial–budaya Bali, Menyusun narasi sejarah budaya berbasis air sebagai pilar peradaban, Mendorong solusi nyata konservasi—mulai dari restorasi DAS hingga film dokumenter budaya.
P.M. Laksono (2015) memperkenalkan konsep “Spektrum Budaya (Kita)”, yang memetakan kebudayaan dalam dua ranah: hal-hal visible (berwujud fisik, tangible) dan hal-hal invisible (tak berwujud, intangible) Menurutnya, budaya bukanlah sekadar sistem gagasan atau nilai, melainkan juga warisan dinamis yang terus mereproduksi identitas melalui praktik dan narasi.
Buku antologi sastra bilingual (Indonesia-Inggris) ini adalah antologi ke-11 karya para penulis Indonesia dalam gelaran Ubud Writers and Readers Festival, yang diterbitkan sejak dimulainya program Emerging Writers pada 2008. Antologi ini telah melewati proses seleksi yang ketat. Dari 890-an penulis yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, terpilihlah 5 penulis yang karyanya diterbitkan …
Terbitnya terjemahan buku ini sangat tepat.Kendati buku ini ditulis 60 tahun yang lalu namun aktualitasnya tak akan pernah pudar. Buku ini oleh orang Jerman disebut zeitos (mengatasi waktu) dan boleh disebut klasik dalam arti mengandung nilai serta kualitas yang merupakan salahsatu tonggak petunjuk dalam dunia refleksi pemahaman diri manusia universal.