Buku ini merupakan impuls-impuls pikiran seorang pembuat film yang masing-masing merupakan artikel lepas dan sebagian besar pernah dimuat di berbagai surat kabar dan majalah. Artikel ini pendek-pendek seperti sebuah rangsangan dalam kehidupan kreatif saat menggeluti film dan kesenian secara umum. Penulis memberanikan diri menerbitkan buku ini kembali (cetakan pertamanya terbit tahun 1997 dan te…
"Korean Cinema 2005", yang diterbitkan oleh KOFIC (Korean Film Council). Publikasi ini berisi informasi, ulasan, atau sinopsis mengenai film-film Korea yang dirilis atau menjadi sorotan pada tahun 2005.
Apa yang dibaca dari sinema Indonesia? Bukankah tak ada teks dalam sinema Indonesia kecuali credit title? Membaca tak hanya berkait pada teks, tetapi lebih dari itu. Pembacaan terhadap sinema Indonesia meliputi seluruh hal yang menyertai kehadiran sinema Indonesia dari awal kemunculannya hingga kini. Membaca adalah sebuah proses untuk memahami, mengerti, dan menafsirkan. Oleh karena itu, pembac…
ntonin Artaud lahir dengan nama Antoine Marie Joseph Artaud, pada 4 September 1896, di dekakat kebun binatang Marseilles, Perancis. Artaud sendiri dalam berbagai kesempatan sering mengganti dan merusak namanya. Ia pernah mengganti namanya menjadi Eno Dailor untuk beberapa naskah awal Surrealisnya. Bahkan dalam satu periode ia mengumumkan ‘My name must disappear’ (namaku harus lenyap). Bahka…
Dalam Program Studi Film Dokumenter, mata kuliah metode penelitian lapangan merupakan salah satu mata kuliah penting prasyarat. Sebagai mata kuliah prasyarat, peserta didik harus memiliki nilai minimal B. Sesuai dengan judulnya "Penelitian Lapangan Sebagai Dasar Pembuatan Film Dokumenter", diktat ini merupakan panduan bagi peserta didik agar dapat melakukan penelitian secara benar dan tepat.…
By using a series of studies of contemporary mainstream Hollywood movies - Blue Velvet, Wall Street, Crimes and Misdemeanors, When Harry Met Sally, sex lies and videotape, Do the Right Thing - Norman K Denzin explores the tension between ideas of the postmodern, and traditional ways of analyzing society. The discussion moves between two forms of text: social theory and cinematic representations…
In this eighth title in a series in which film-makers discuss their art, there is a focus on critics and criticism. Critics themselves are asked what they think about the state of film criticism and their relationship and responsibility to film and film-makers, and what they dream about. And film-makers are asked about how they regard the critics. This issue also contains articles and interview…
From the sanctioned to the forbidden, the suggestive to the blatant, evocations of sex have saturated cinema with a heady distillation of fleshly passions. Whether laced in the rapturous rhetorics of romance or seeking to pack a harder erotic punch, cinematic representations of sex and sexual desire have provided cinema with one of its major attractions. Sex and the Cinema traces the numerous f…
"Seorang penulis, saat ini tidak dapat meiayani orang-orang yang membuat sejarah; ia harus melayani orang-orang yang menjadi sasaran sejarah itu."
Bukan pertemuan pertama antara orang teater. Sebelumnya sudah sering diselenggarakan pertemuan dalam rangka pementas an grup teater antar kota yang disertai dengan diskusi atau pertukaran pengalaman dan pengetahuan teater Thema-thema diskusi seperti Manusia sebagai modal utama teater dengan memanfaatkan lingkungan, masaalah sumbangan teater rakyat atau teater tradistonil kepada teater modern…