Buku
Anak semua bangsa
Dengan ilmu pengetahuan modern, manusia keji semakin keji. Anak Semua Bangsa, buku kedua dari tetralogi Buru. Mencoba mengenali bangsa sendiri melalui peristiwa-peristiwa sekitar yang menghilangkan cinta, tawa para manusia keji. Itulah Minke, bayi dari semua bangsa dan kemudian menjadi anak dari bangsanya serta berbuat untuk manusia bangsanya.
Di sisi lain, Nyai Ontosoroh tetap tampil dengan keganasan melawan ketidakadilan yang tersembunyi dalam sosoknya yang mempesona, berwibawa, dan air muka yang menenangkan.
Pram menyuguhkan perjalanan cerita yang memukau, mencairkan emosi pembaca melalui tokoh-tokoh yang berjalan dalam perjalanan kisah masing-masing.
Dalam seri ini, Minke berusaha mengenali bangsa sendiri, sebab selama ini ia terlalu sibuk dengan pergaulannya dengan bangsa Eropa. Khouw Ah Soe memberi pencerahan pada Minke bagaimana pentingnya membela bangsa sendiri, menjunjung peradaban yang melahirkannya.
Konflik merupakan hiasan pada setiap bab yang menjadikan pembaca merasa penasaran disertai alur runtut namun tidak membingungkan. Akan tetapi, suasana akan lain jika pembaca tidak menyukai setting yang terlalu ke-kolonial dalam keseluruhan buku tersebut.
Meskipun demikian, buku ini cocok untuk semua kalangan sebab mengandung cerita sejarah, keajaiban pengetahuan, keberanian, ketidakberdayaan pribum melawan raksasa Eropa, dan kisah dari anak semua bangsa.
Tidak tersedia versi lain