Buku
Perempuan & sastra Poskolonial
Membahas bagaimana perempuan muncul dalam teks sastra Indonesia pascakolonial — baik sebagai pengarang maupun sebagai karakter — serta bagaimana mereka merepresentasikan kondisi sosial, budaya, dan struktural dalam era transisi dari kolonial ke kemerdekaan
Anaog seperti pada makalahnya "Representasi Perempuan dalam Novel Indonesia: Dialektika Pasar, Negara dan Agama", buku ini kemungkinan besar menjelaskan bahwa perempuan dalam sastra bergulat dengan tiga kekuatan besar: logika pasar budaya, tuntutan negara, dan norma agama
Mengangkat ide dari teori pascakolonial, terutama konsep “subaltern”, buku ini menggali: apakah perempuan bisa berbicara dan didengar dalam karya sastra yang dikuasai oleh struktur patriarkal dan warisan kolonial?
Meskipun tidak ada daftar bab detail, buku ini kemungkinan besar memuat analisis sejumlah karya sastra Indonesia kontemporer — seperti novel, cerpen, atau puisi — yang ditulis oleh perempuan, serta menelaah bagaimana karya-karya ini mencerminkan ketegangan identitas, resistensi, dan perlawanan gender.
Tidak tersedia versi lain