Buku
Postmodernisme : Teori dan metode
Persoalan dunia yang terfragmentasi, ambigu, tidak menentu, kaburnya batas antara realitas dengan citraan, lenturnya batas-batas antar budaya, munculnya fenomena virtual (ekonomi virtual, politik virtual dll) dan sebagainya, inilah fenomena sosial-budaya baru kekinian—yang kerap juga disebut sebagai karakteristik kebudayaan postmodern. Dilatarbelakangi oleh perubahan fenomena sosial-budaya kekinian yang sudah jauh berbeda dengan era sebelumnya, maka tidak sedikit para filsuf dan ilmuwan menganjurkan agar adanya pergantian paradigma sebab paradigma lama (positivisme, strukturalisme, Marxisme dll) tidak lagi memadai untuk memahami fenomena sosial-budaya kekinian itu.
Buku ini menyajikan separangkat teori dan metode dari para pemikir postmodernis yang dapat digunakan untuk memahami fenomena sosial-budaya kekinian (kontemporer) tersebut. Selain memaparkan ihwal pemikiran para tokoh postmodernisme—seperti tentang metode dekonstruksi dari Jacques Derrida, arkeologi-genealogi dari Michel Foucault, strukturasi konstruktif dari Pierre Bourdieu, strukturasi dari Anthony Giddens dan hipperrealitas-simulacra dari Jean Baudrillard—buku ini juga menejelaskan mengenai apa itu postmodernisme dan karakteristiknya.
Tidak tersedia versi lain