Buku
The crisis & paradox of Indonesian film (1900 - 2012)
Kompleksitas rekam jejak seni pertunjukan hingga wujud hiburan layar lebar di
Nusantara menjadi domain perhatian penulis sepanjang penyusunan buku ini. Tak heran bila
semenjak awal penulis tidak langsung menyinggung mengenai film sebagai produk budaya
masyarakat, terlebih pada budaya lokal yang telah tumbuh berkembang secara tradisional.
Mulai dari wayang, komedie stanboel, ludruk, ketoprak, hingga ke gambar idoep yang
merepresentasikan kekhawatiran budaya. Berbagai aspek perkembangan seni pertunjukan
tersebut menjadi pijakan berpikir dalam memposisikan ranah hiburan pada suatu paradoks
industri hiburan, khususnya film Indonesia. Perspektif yang ditawarkan penulis meliputi cara
pandang kekuasaan dan kepentingan bisnis serta relevansinya terhadap industri film di kota- kota besar di Indonesia pada masa sebelum tahun 1930.
Tidak tersedia versi lain