Buku
Merahnya merah
SEBELUM revolusi, dia calon rahib Selama revolusi, dia komandan kompi. Di akhir revolusi. dia algojo pemancung kepala pengkhianat-pengkhianat tertangkap. Sesudah revolusi, dia masuk rumah sakit jiwa.
Kini, revolusi telah selesai. Telah lama, kata sebagian orang. Ah! barangkali juga tak selesai-selesai. Dia tak tahu. Rumah sakit jiwa telah pula lama ditinggalkannya.
Dia bukan rahib. Gereja tak pernah dimasukinya lagi. Terdaftar di departemen urusan veteran, dia tak tega pula. Dia tak tahu, apa sebenarnya dia kini. Dia hanya tahu, di mana dia. Yaitu, di sepanjang jalan raya. Menurut istilah resmi departemen angkatan kepolisian dan departemen urusan sosial, dia orang gelandangan.
Tidak tersedia versi lain