Buku
Kidung pejuang
Puisi merupakan karya yang berdiri di atas menara sastra, meski mungkin ia merupaka karya sastra yang paling banyak ditulis, paling diminati untuk dinikmati tetapi sekaligus juga karya sastra yang paling tidak dihargal dan dimarginalkan apalagi oleh dunia penerbitan buku. "Buku puisi banyak tidak lakunya" Kata seorang kawan pegiat penerbitan buku berseloroh. Meski pernyataan itu belum dapat dukungan data hasil survey buku, tetapi kita-pun bertanya dimanakah masyarakat penulis dan pencinta buku puisi berada? Padahal kalau hitung-hitungan yang paling goblok sekalipun justeru tidak masuk akal, penulis dan pencinta juga penikmatnya banyak kenapa buku puisi tidak laku di pasar buku tapi justru menumpuk digudang-gudang penerbit dan distributornya. "Tapi memang faktanya mengatakan demikian apalagi jika penulisnya sama sekali tidak terkenal di media massa" Kawan itu berseloroh kembali sambil menghirup asap rokok putihnya.
Tidak tersedia versi lain