Pemulung jalanan Yogyakarta
Menyoroti ketimpangan struktural kota—pemulung digeser dari berbagai tempat publik oleh modernitas.
Menegaskan pentingnya reformasi sosial dan kebijakan publik: agar kota inklusif terhadap pekerja informal seperti pemulung, memberikan akses kesehatan, pendidikan, dan perlindungan hukum.
Mendorong kesadaran masyarakat untuk melihat pemulung sebagai warga kota yang berharga, bukan sekadar sampah bergerak.
Tidak tersedia versi lain