Buku
Jakarta metropolis tunggang-langgang
JAKARTA telah membuat banyak orang frustrasi karena gagal menjadi tempat yang lebih baik untuk tinggal, meskipun nyata-nyata ada kemampuan untuk itu. Sebagian besar warganya hidup tunggang-langgang di dalam dan bersamanya la juga nampak seolah akan berhenti menjadi sumber ilham, sebab kedudukannya di dalam ruang kebudayaan dan kesenian makin menurun di antara kota-kota lain-nva. Namun, sebagai metropolis yang menawarkan kesempatan kosmopolitan, ia tetap saja menarik banyak orang la masih dicintai banyak orang, meski-pun kebencian mulai mengintai. Mereka yang telah pindah keluar mendapatkan dirinya niscaya tetap tergantung kepadanya dalam satu atau lebih banyak sisi kehidupannya petualangan, penerokaan, peker-jaan, pasar, khalayak, kekuasaan, kekasih, sorotan lampu dan persembunyian, eksistensi dan ano-nimitas, elu dan infotainment, ilusi dan disilusı, kemenangan dan penyesalan.
Tidak tersedia versi lain