Titiek Puspa
SALAH satu tugas saya sewaktu jadi anak berusia delapan hingga sepuluh tahun, seldtar pertengahan tahun 1960-an, adalah mengantar baju ayah saya ke binatu tak jauh darl rumah di Semarang. Acap kali, saat saya datang meugambil pakaian bersih, baju ayah tersebut belum siap. Ada sebagian yang masih disetrika. Sekalian main, saya melihat Pak Tua pemi- lik binatu menyetrika sambil mendengarkan radio. Saat itulah saya mendengar lagu-lagu yang diudara- kan,ken1ungkinan besar oleh RRI. Di antara lagu yang saya suka mendengarnya, saya ingat adalah Si Iftam. Saya suka pula menya- nyikannya. Pada periode yang sama pula, entan apa sebabnya, saya-sebagai anak kecil-tahu juga lagu lain, yang menurut syairnya adalah untuk orang dewasa_
Tidak tersedia versi lain