Buku
Filmbuehne am steinplatz
Novel ini menceritakan kisah perjalanan manusia yang menjadi korban ketidakadilan. Riski, tokoh utama dalam novel ini, adalah mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang hengkang dari negerinya karena kecewa dengan sikap para penegak hukum. Dia lalu pergi menuju negara-negara yang menurutnya mungkin menyediakan kebebasan dan kebahagiaan untu untuknya.
Namun, apa yang dicarinya tak pernah dia temukan. Terlebih setelah ia menikah dengan seorang perempuan kulit putih yang bernama Dagmar serta memutuskan untuk tinggal di Jerman. Meski rumah tangga mereka cukup harmonis namun ternyata lingkungan sekitarnya selalu memunculkan harapan yang jauh dari mimpi-mimpinya.
Perbedaan ras, agama, status sosial dan bangsa terasa menyiksanya di negeri yang kabarnya demokratis. Runtuhnya Tembok Berlin belum mampu mengubah sentimen rasial dalam kehidupan masyarakat Jerman. Apalagi buat orang yang berasal dari negeri yang pernah dijajah dija seperti Riski. Kenyataan tak pernah mengubah apa pun kecuali satu: "Nekad dan bagaimana nantil" seperti apa yang dilakukan Riski dari Filmbuehne, tempat dia bekerja di Jerman.
Filmbuehne adalah salah satu potret realitas Berlin yang menawarkan harga mati untuk profesionalisme kaum pendatang.
Tidak tersedia versi lain