Buku
Lebur
BULAN PEMBUKA TAHUN 2006 IN, Lebur kembali hadir di hadapan pembaca budiman dengan berbagai perubahan. Lebih dari sekedar make-up untuk bergenit-genn perubahan tadi merupakan hasil refleksi tim redaksi atas kinerja tiga nomor eksplorasi sebelumnya. Satu hal yang sudah pasti: LeBur tetap berusaha menjadi media pertetaan dan persemaian gagasan teatrikal dengan bentuk-bentuk pergelaran (per-formance) lainnya, khususnya di Indonesia. Untuk itu, kami merasa perlu melakukan beberapa penataan diri
Pertama, kami merasa perlu menegaskan sifat mediasi Lebur dengan mencantumkan anak nama: Performance. Theater Art. Dengan begitu, semoga makin jelas karakter Lebur sebagai ruang perjumpaan gagasan berbagai bentuk pergelaran atau performance, baik yang diberi label art (seni) maupun yang tidak. Kedua, mulai nomor ini Lebur berupaya menyajıkan tulisan secara lebih tematik di setiap nomoriya, meskipun tetap tersedia porsi non-tematik supaya dapat lebih leluasa merespons topik-topik menarik yang aktual, serta dapat mengantisipasi persoalan-persoalan teknis internal. Ketiga, redaksi sepakat mengubah jadwal terbit menjadi dua edisi per tahun. Salah satu alasannya adalah sulitnya memperoleh penulis artikel tentang teater dan sejenisnya. Sekali lagi, redaksi berharap Anda memanfaatkan sarana mediasi ini dengan tulisan-tulisan seputar pergelaran, baik teater maupun yang lain.
Tidak tersedia versi lain