Lanskap hasrat dan kekerasan
Merosotnya pendapatan keluarga, lenyapnya berbagai harapan, menguapnya tabungan, dan kurangnya jaring pengaman sosial bagi banyak orang, dari jarak jauh setidaknya tampak mengarah pada peningkatan terjadinya "penyakit jiwa" di Jawa. Ketika tekanan sosial meningkat, dan pilihan-pilihan untuk mendapatkan keamanan kian berkurang, kian banyak orang yang mengalami tekanan turun ke jalan-jalan. Sejak dimulainya krisis, jumlah orang-orang sakit jiwa di jalan-jalan di Yogyakarta, yang tak tahu lagi ke mana harus pergi, tampak meningkat jumlahnya. Pelbagai peristiwa itu bukan hanya menimbulkan dampak ekonomi yang mendalam terhadap kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari, namun juga mengisyaratkan tesis utama buku ini. Saya berpendapat bahwa senantiasa terdapat kesan betapa diri orang Jawa terfragmentasi, takluk pada arus modal dan kekuasaan, termasuk wacana "psikologi" dan psikiatri, disertai akibat berupa merosotnya relevansi idiom-idiom ideal seperti kepatuhan dan hierarki. Proses kontestasi identitas yang memang senantiasa mengalami pembentukan (identities-in-the-making) kian dipercepat oleh urgensi, kekecewaan, dan kesulitan yang tercipta karena krisis ekonomi dan sosial. Yang agak paradoks, ketika arus informasi dan kekuatan global bekerja sehingga menyeragamkan aspek-aspek tertentu dalam kehidupan orang Jawa, praktik-praktik hidup sehari-hari justru tampak kian heterodoksĀ danĀ cair.
Tidak tersedia versi lain