Buku
Homoludens
tak kurang dari 1.400 filem yang didaftarkan selama dua bulan lebih dari 80 negara. Bisa dibilang kalau angka tersebut ambisius untuk sebuah festival filem eksperimental di region ini. Kerja keras pasti dibutuhkan untuk memilih 21 filem dalam sesi Kompetisi Internasional yang akan tayang tahun ini.
Mungkin bisa dibayangkan kalau ketertarikan para pembuat filem untuk mendaftarkan filemnya di ARKIPEL tidak diasosiasikan dengan daya tarik finansial, karena memang nyaris tidak ada. Ketertarikan tersebut saya harap sama besar dengan antusiasme kami dalam mengorganisir festival filem ini, yaitu untuk selalu menemukan cara berkomunikasi baru melalui medium filem. Saya teringat dengan komentar kawan kami, Benjamin Cook, Direktur LUX-agen seni internasional di Inggris yang mendukung praktik dan gagasan di bidang seni gambar bergerak-pada perhelatan ARKIPEL Grand Illusion (2015), bahwa masa depan sinema eksperimental atau sinema secara umum ada pada festival filem kecil semacam ARKIPEL dibanding dengan festival filem yang besar, karena ada komunikasi yang intim dan lebur antara penonton, kurator, dan pembuat filemnya.
Tidak tersedia versi lain