Buku
Pelangi di kentangi
Menyenangkan sekali mengamati wajah teman-teman Tandabaca sesaat setelah tim riset dan informasi komunitas Tandabaca mengakhiri penjelasan tentang perencanaan kegiatan Menulis Sejarah Kampung oleh orang kampung sendiri. Ekspresi cemas, gelisah, tidak yakin atas pekerjaan berat ini bahkan tatapan kosong muncul di wajah teman-teman. Beberapa teman mengeluarkan komentar ketidakyakinan atas perencanaan itu. Menuliskan sejarah kampung oleh orang kampung sendiri. Membaca kalimat itu saja kami melihat rentetan kata yang keseluruhannya berisi masalah, Kelak, kami sadar bahwa kami harus menyesal pernah merasakan kegelisahan ini.
Sejarah selalu dikaitkan dengan sesuatu yang tua, rumit, dan membosankan. Mempelajari sejarah memaksa kita membayangkan sesuatu yang kita tidak pernah lihat sebelumnya. Seperti apa raut muka dan bentuk tubuh orang jaman dulu, apa yang mereka makan, apa yang mereka pakai, dimana mereka tinggal, apa yang mereka kerjakan untuk hidup, dan sebagainya. Semua itu hanya kita dengar ceritanya sebagai
Tidak tersedia versi lain