In this book, the first edition of which was published in 1971 by Oxford University Press, Ihab Hassan takes Orphic dismemberment and regeneration as his metaphor for a radical crisis in art and language, culture and consciousness, which prefigures postmodern literature. The modern Orpheus, he writes, “sings on a lyre without strings.” Thus, his sensitive critique traces a hypothetical line…
Dalam delapan esei ini, Goenawan Mohamad mencoba menelaah "hasil dan persoalan kesenian Indonesia dari sejarah masing-masing."
Buku ini membahas bahwa strukturalisme memang sebuah jawaban yang cukup menjanjikan terhadap perkembangan cepat dari sistem-sistem besar dalam ekonomi industri. Namun, ia membutuhkan beberapa catatan. Ini pula tampaknya yang menggerakkan Octavio Paz untuk menuliskan kesan-kesan dan pengalamannya sehabis membaca berbagai karya LeviStrauss, salah seorang empu strukturalisme itu. Paz mengkhawatirk…
my name is Mimin-ini adalah buku pertama yang berhasil kami terbitkan. Setelah sebelum-sebelumnya kami cuma bisa berkirim-kirim surat dalam lembar-lembar kertas tipis yang kami namai BlockNotNewsletter. Setelah sebelum-sebelumnya puisi-puisi Andri ini hanya kami bacakan di pendopo rumah kami yang kecil. Maka sungguh sebuah kebahagiaan, jika itu ada, kami dapat mengupayakan sekumpulan puisi ini …
Buku ini membahas bahwa strukturalisme memang sebuah jawaban yang cukup menjanjikan terhadap perkembangan cepat dari sistem-sistem besar dalam ekonomi industri. Namun, ia membutuhkan beberapa catatan. Ini pula tampaknya yang menggerakkan Octavio Paz untuk menuliskan kesan-kesan dan pengalamannya sehabis membaca berbagai karya LeviStrauss, salah seorang empu strukturalisme itu. Paz mengkhawatirk…
Kematian dalam Sajak Pada kumpulan sajaknya terdahulu, S. Arimba memberinya judul Obituari Rindu, dan dekat dengan itu, kumpulan sajak terbarunya kini diberi judul Onrust: Ziarah Cinta, yang merupakan penyatuan dari dua judul sajak. Bertautan dengan kematian, obituari adalah berita, ziarah adalah peristiwa atau laku, dan onrust adalah tempat. Motif apa yang mempengaruhi penyair ini memilih d…
Tan Malaka menulis Madilog saat dalam persembunyian selama masa pendudukan Jepang (1942–43), dengan tujuan memperkenalkan kerangka berpikir ilmiah/politik yang sesuai dengan realitas Indonesia—menggabungkan filsafat barat (Marxis-Hegelian) dengan kebutuhan bangsa Buku yang Anda maksud kemungkinan besar adalah Madilog—akronim dari Materialisme‑Dialektika‑Logika—bukan “The Histo…
Pada tahun 1980-an Rendra memaparkan proses kreatifnya sebagai penyair di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Di akhir makalahnya ia menceritakan, bahwa ia baru saja pulang dari tanah Bugis. Menyaksikan dinamika kebudayaan di sana, Rendra menyatakan mengalami cultural shock. Tentang bagaimana ia mengalami itu tak dijelaskan, karena Si Burung Merak itu buru-buru menutup pembicaraannya. Tapi pernya…
This fictionalized memoir of colonial family life in the former Dutch East Indies is a powerful addition to the literary legacy of the Dutch in Indonesia, shedding light as it does on commonplace views and behavior from less than a century ago that we now find so alien. The once powerful De Pauly family is being overtaken by events as the colonial system slowly crumbles. But Aunt Sophie, the m…
Di dalam buku ini dituliskan bahwa berfilsafat tidak lain adalah berspekulasi dan melakukan analisis. Dalam menghadapi alam semesta ini, seseorang memerlukan pengembangan gagasan secara bebas, termasuk imajinasi seseorang. Namun yang menjadi persoalan adalah bagaimana berspeklulasi dan melakukan analisis secara filosofis. Sepanjang sejarah ada banyak metode dan cara yang dipakai dan dikembangka…