Teriris hati Lisdani ketika menyadari hidup sebatang kara, seolah ia besarkan ke-6 anaknya dengan jatuh bangun justru untuk meninggalkannya. Ia didera perasaan rindu begitu dalam, sampai-sampai ia memutuskan untuk memasang iklan di koran. Namun, hatinya tambah hancur ketika menerima balasan surat tanpa alamat dari Faruk, anak yang paling menyayanginya. …Ketika saya mendengar dari teman yan…