Majalah ini membahas berbagai lokasi dan narasi lokal yang menjadi simbol atau saksi perlawanan, terutama dalam hubungan antara adat Jawa, Islam, dan kolonialisme. Laporan utamanya berjudul “Bakaran situs perlawanan yang diabaikan”, yang mungkin menyentuh situs fisik—seperti makam, benteng, atau tempat ritual—yang memiliki sejarah perlawanan namun kurang dikenal publik
Keberagaman agama dan budaya di Nusantara bersifat fluid dan saling mempengaruhi, bukan entitas monolitik. Praktik ritual dan identitas keagamaan sering menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan kategori kaku. Pendekatan birokratis dan politik terhadap kebudayaan (misal untuk pariwisata atau propaganda) cenderung mengabaikan nuansa kultural dan religius yang kompleks di akar r…