Hati adalah sebuah ladang harapan yang tak terbatas, dimana keajaiban terkadang bersemi... Tanpa dawai bagaimana biola bisa bersuara? Biola bagaikan tubuh, dan suara itulah jiwanya - tetapi di sebelah manakah dawai dalam tubuh manusia yang membuat bicara? Jiwa hanya bisa disuarakan lewat tubuh manusia, tetapi ketika tubuh manusia tidak mampu menjadi perantara yang mampu menjelmakan jiwa, tub…
Hari-hari itu saya memikirkan harga jiwa manusia. Saya menulis cerita dengan semangat perlawanan, untuk melawan ketakutan saya sendiri—dan bersyukur telah mendapat pilihan untuk melakukannya. Penguasa datang dan pergi. Cerita saya masih ada.
Ketika ternyata kita lebih mengenal, memahami dan kemudian akrab pada kekerasan, lebih dari kita mengenal, memahami dan akrab dengan diri kita sendiri
“Hidupku penuh dengan kesedihan–karena itu aku selalu mengembara.” MAKA PENGEMBARA itu pun tiba di Negeri Senja, yang selalu berada dalam keadaan senja, karena matahari tersangkut di cakrawala, dan tidak pernah terbenam selama-lamanya. Bagi sang pengembara, yang selalu memburu senja terindah ke berbagai pelosok bumi, pemandangan itu merupakan hal terbaik dalam hidupnya. Namun bukan …
SENO GUMIRA AJIDARMA dilahirkan tahun 1958, mengenal teater ketika bergabung dengan Teater Alam pimpinan Azwar AN pada 1975. Menulis naskah sandiwara pertama kali pada 1976, berjudul Pertunjukan Segera Dimulai. Politik kekerasan yang berlangsung menjelang Reformasi 1998, mendorong dituliskannya Mengapa Kau Culik Anak Kami? (1999), yang kelak disusul sekuelnya, monolog Ibu yang Anaknya Diculik I…
Kisah cinta Sukab yang mengirimkan sekerat senja dalam amplop untuk Alina, pujaan hatinya, namun baru sampai sepuluh tahun kemudian, menjadi kisah utama dalam kumpulan cerpen tentang senja yang sangat populer ini. Setelah satu dekade berlalu, keindahan senja yang diabadikan Seno ternyata banyak dijadikan bagian dari surat cinta untuk memenangkan hati para gadis di dunia nyata. Dalam cerpen l…
Setidaknya ada tiga buku Seno Gumira Ajidarma yang merupakan Trilogi Insiden—ketiganya mengandung fakta seputar Insiden Dili, yang ditabukan media massa semasa Orde Baru. Itulah Saksi Mata (kumpulan cerpen), Jazz, Parfum & Insiden (novel), dan Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara (kumpulan esai) yang diterbitkan ketika Orde Baru masih berkuasa. Ketiganya telah menjadi dokumen, …
Buku ini menjadi pemenang Hadiah Sastra 1997 untuk kategori kupulan cerita pendek. Diterbitkan kembali untuk ikut merayakan gairah baca generasi baru Indonesia.
Criticism on film scripts of citra prizewinning award at Festival Film Indonesia, 1973-1992.
Memandang sebuah foto artinya memandang melalui mata seorang fotografer. Tak pelak, seorang fotografer adalah seorang pengembara dalam semesta penampakan. Ia berjalan, memandang, dan memotret. Sedangkan kita hanya tinggal membuka mata di depan foto untuk melihat pemandangan yang sama. Dalam dunia fotografi, objek yang ingin ditunjukkan “ada” bentuknya. Berbeda dengan filsafat yang berarg…