Buku
Kapitalisme televisi dan strategi budaya massa
UNTUK apakah seseorang menulis? Pertanyaan ini pernah dilontar-kan seseorang kepada saya, yang akhirnya menjadi pertanyaan saya sendiri, yang saya tujukan terhadap diri sendiri pula. Ya. Adakah sese-orang menulis puisi agar dia disebut sebagai penyiar? Adakah sese-orang menulis karya sastra agar dia mendapatkan predikat sastrawan? Adakah seseorang menulis kolom agar dia dijuluki sebagai kolumnis? Adakah seseorang terus-menerus menjadi pembicara dalam forum semi-nar dan senantiasa membuka diri untuk dikutip-kutip pendapatnya bagi media massa agar menyandang gelar sebagai ahli atau pakar?
Adakah seseorang melakukan sesuatu sebagai sekedar untuk memburu predikat, status, julukan, pangkat, dan sejenisnya itu?
Tidak tersedia versi lain